Postingan

Kepentingan Bisnis VS Evaluasi Tarif Swab RT-PCR

Keadaan pandemi yang meresahkan publik, mengharuskan masyarakat untuk melakukan berbagai pencegahan terjadinya penularan covid-19. Selain dengan diwajibkan nya memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, pemerintah terus melakukan tracking dan tes mendeteksi virus corona. Salah satunya adalah swab RT-PCR, tes biasanya dilakukan bagi masyarakat yang ingin bepergian.  Apalagi dengan terdapatnya standard diharuskan melakukan tes PCR bagi masyarakat yang ingin mengendarai pesawat. Dengan tarif tes PCR yang tinggi, pula diwajibkannya tes PCR untuk menaiki pesawat, munculnya isu tes PCR yang diwajibkan demi kepentingan bisnis suatu pihak bukanlah hal yang tak terduga. Lalu apakah pemerintah tak melakukan tindakan dalam menangani situasi tingginya tarif PCR dan isu yang menyebar tersebut? Namun nyatanya ternyata pemerintahan sudah melakukan suatu keputusan yang baik dalam menghadapi resiko adanya permainan bisnis dalam tes PCR. Dimana pemerintah ternyata sudah melakukan tindakan s...

Vaksinasi

Penulis : Nurfira Widia Arini Kelas : 12 Mipa 3 BAB I Hujan terus menderai di sore hari ini, terus berjatuhan ke bumi menciptakan irama bunyi yang menjadi musik pengiring bagi seorang gadis di kamar yang hening itu, hanya bunyi derai hujan yang menemaninya. Terlihat Arin sedang berbaring terlentang di atas kasurnya, menatap kosong ke atap loteng kamarnya. Tangannya menggenggam gawai, memainkannya, memutarkannya ke kanan, ke kiri, dan memutarbalikkan kesana kemari dengan jari jemarinya. Raut wajahnya menampakkan kehampaan dan kesedihan yang sedang ia ratapi.  Rasa bosan dan kehampaan menyerang gadis berkerudung hitam itu. Menatap atap kamarnya merenungi apa saja yang terjadi dalam waktu 2 tahun yang ia alami itu. Sungguh waktu yang sangat melelahkan, entah hingga kapan masa ini akan berlangsung. “Haahh..” Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar, seakan dengan menghembuskan nafasnya bisa menghilangkan banyak hal di benak nya. Entah sudah satu, satu setengah atau bahkan dua tahun laman...