Postingan

Pengembangan Orientasi

Rintik air kian berjatuhan ke bumi, dari yang semula hanya rintik-rintik kecil, menjadi segerombolan air yang menghantum permukaan bumi tanpa ampun. Seakan hujan pun berusaha menutupi kesalahan yang ia lihat di bumi, berusaha untuk membersihkan kanvas yang sudah ditutupi oretan tinta-tinta yang sudah abstrak adanya, berusaha untuk menghilangkan sejarah kejadian yang sudah bumi menjadi seperti sekarang. Bila hujan tidak sedang menutupi keramaian bumi, bukan kicauan indah burung-burung di ranting pohon yang bisa dengan pasti terdengar, bukan juga bunyi nyaring jangkrik yang biasa mengisi diamnya malam. Suara yang sekarang terus terdengar di bumi ialah suara riak teriak perang yang menggema dari tiap permukaan bumi. Suara prajurit yang berteriak entah untuk menyemangati kawan prajuritnya atau bisa jadi merupakan teriakan untuk memantapkan dirinya atas hal yang sebenarnya ia takuti. Suara parau tangisan keluarga karena kehilangan bagian darinya. Suara amarah sosok-sosok penting yang memaki...

PjBL : Model Pembelajaran yang Memupuk Jiwa Kewirausahaan Siswa?

Gambar
  PjBL : Model Pembelajaran yang Memupuk Jiwa Kewirausahaan Siswa? Oleh :  Nurfira Widia Arini Siswa Kelas XII IPA 3 SMAN 2 Cimahi  Kefir, olahan fermentasi susu hewani yang menggunakan beragam bakteri dan jamur dalam proses pembuatannya, olahan yang memiliki begitu banyak khasiat pula, tetapi kenapa kalah dikenal dibanding yoghurt dengan notabene tidak lebih unggul dari kefir? Hal tersebut merupakan alasan mengapa sebuah kelompok yang beranggotakan Anisa, M.Julio, Nurfira, Revo, Tazkiya dan Tiara dari kelas 12 IPA 3, berpartisipasi dalam program PjBL dengan mengambil tema olahan kefir sebagai tema khusus dari projek yang bertajuk ‘Pengolahan Makanan dengan Memanfaatkan Mikroorganisme Sebagai dasar Penerapan Bioteknologi Konvensional’. Kurangnya kesadaran dan minat masyarakat awam terhadap produk kefir, menggugah rasa ingin menyebarkan informasi keberadaan kefir kepada khalayak. Mengangkat tema ‘Membuat Olahan Kefir Jeli dengan Proses Fermentasi Memanfaatkan Mikroorgani...

Ilmu Beradaptasi dengan Pandemi

Sebagaimana manusia adalah makhluk yang ahli dalam beradaptasi, keadaan dimana pandemi corona merebak di seluruh dunia, menjadi suatu tantangan baru bagi manusia menunjukkan keahlian adaptasinya itu.Dengan sigap manusia melakukan banyak hal dalam beradaptasi dengan keadaan pandemi corona, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun pendidikan.  Sering dikatakan kalau pendidikan merupakan tonggak suatu negara, dimana pada saat insiden pengeboman di Hiroshima-Nagasaki di Jepang pun langkah pertama yang mereka ambil adalah mengumpulkan guru-guru demi anak-anak penerus bangsa tetap bisa menimba ilmu walau sedang dalam kondisi seperti itu, dan  hasilnya? Jepang dengan cepat bangkit, dan sekarang menjadi salah satu negara maju di dunia. Maka dari itu pula langkah yang Indonesia ambil dalam menghadapi situasi ini, metode dalam pemberian ilmu, metode siswa dalam menimba ilmu pun harus beradaptasi dengan situasi pandemi. Sehingga muncullah metode pembelajaran PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) d...

Kepentingan Bisnis VS Evaluasi Tarif Swab RT-PCR

Keadaan pandemi yang meresahkan publik, mengharuskan masyarakat untuk melakukan berbagai pencegahan terjadinya penularan covid-19. Selain dengan diwajibkan nya memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, pemerintah terus melakukan tracking dan tes mendeteksi virus corona. Salah satunya adalah swab RT-PCR, tes biasanya dilakukan bagi masyarakat yang ingin bepergian.  Apalagi dengan terdapatnya standard diharuskan melakukan tes PCR bagi masyarakat yang ingin mengendarai pesawat. Dengan tarif tes PCR yang tinggi, pula diwajibkannya tes PCR untuk menaiki pesawat, munculnya isu tes PCR yang diwajibkan demi kepentingan bisnis suatu pihak bukanlah hal yang tak terduga. Lalu apakah pemerintah tak melakukan tindakan dalam menangani situasi tingginya tarif PCR dan isu yang menyebar tersebut? Namun nyatanya ternyata pemerintahan sudah melakukan suatu keputusan yang baik dalam menghadapi resiko adanya permainan bisnis dalam tes PCR. Dimana pemerintah ternyata sudah melakukan tindakan s...

Vaksinasi

Penulis : Nurfira Widia Arini Kelas : 12 Mipa 3 BAB I Hujan terus menderai di sore hari ini, terus berjatuhan ke bumi menciptakan irama bunyi yang menjadi musik pengiring bagi seorang gadis di kamar yang hening itu, hanya bunyi derai hujan yang menemaninya. Terlihat Arin sedang berbaring terlentang di atas kasurnya, menatap kosong ke atap loteng kamarnya. Tangannya menggenggam gawai, memainkannya, memutarkannya ke kanan, ke kiri, dan memutarbalikkan kesana kemari dengan jari jemarinya. Raut wajahnya menampakkan kehampaan dan kesedihan yang sedang ia ratapi.  Rasa bosan dan kehampaan menyerang gadis berkerudung hitam itu. Menatap atap kamarnya merenungi apa saja yang terjadi dalam waktu 2 tahun yang ia alami itu. Sungguh waktu yang sangat melelahkan, entah hingga kapan masa ini akan berlangsung. “Haahh..” Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar, seakan dengan menghembuskan nafasnya bisa menghilangkan banyak hal di benak nya. Entah sudah satu, satu setengah atau bahkan dua tahun laman...