Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

Pengembangan Orientasi

Rintik air kian berjatuhan ke bumi, dari yang semula hanya rintik-rintik kecil, menjadi segerombolan air yang menghantum permukaan bumi tanpa ampun. Seakan hujan pun berusaha menutupi kesalahan yang ia lihat di bumi, berusaha untuk membersihkan kanvas yang sudah ditutupi oretan tinta-tinta yang sudah abstrak adanya, berusaha untuk menghilangkan sejarah kejadian yang sudah bumi menjadi seperti sekarang. Bila hujan tidak sedang menutupi keramaian bumi, bukan kicauan indah burung-burung di ranting pohon yang bisa dengan pasti terdengar, bukan juga bunyi nyaring jangkrik yang biasa mengisi diamnya malam. Suara yang sekarang terus terdengar di bumi ialah suara riak teriak perang yang menggema dari tiap permukaan bumi. Suara prajurit yang berteriak entah untuk menyemangati kawan prajuritnya atau bisa jadi merupakan teriakan untuk memantapkan dirinya atas hal yang sebenarnya ia takuti. Suara parau tangisan keluarga karena kehilangan bagian darinya. Suara amarah sosok-sosok penting yang memaki...