PjBL : Model Pembelajaran yang Memupuk Jiwa Kewirausahaan Siswa?

 

PjBL : Model Pembelajaran yang Memupuk Jiwa Kewirausahaan Siswa?

Oleh

Nurfira Widia Arini

Siswa Kelas XII IPA 3 SMAN 2 Cimahi 



Kefir, olahan fermentasi susu hewani yang menggunakan beragam bakteri dan jamur dalam proses pembuatannya, olahan yang memiliki begitu banyak khasiat pula, tetapi kenapa kalah dikenal dibanding yoghurt dengan notabene tidak lebih unggul dari kefir?

Hal tersebut merupakan alasan mengapa sebuah kelompok yang beranggotakan Anisa, M.Julio, Nurfira, Revo, Tazkiya dan Tiara dari kelas 12 IPA 3, berpartisipasi dalam program PjBL dengan mengambil tema olahan kefir sebagai tema khusus dari projek yang bertajuk ‘Pengolahan Makanan dengan Memanfaatkan Mikroorganisme Sebagai dasar Penerapan Bioteknologi Konvensional’. Kurangnya kesadaran dan minat masyarakat awam terhadap produk kefir, menggugah rasa ingin menyebarkan informasi keberadaan kefir kepada khalayak.

Mengangkat tema ‘Membuat Olahan Kefir Jeli dengan Proses Fermentasi Memanfaatkan Mikroorganisme Sebagai Dasar Penerapan Bioteknologi Konvensional’, kelompok tersebut berupaya membuat kefir yang kurang dikenal oleh masyarakat untuk menjadi lebih bisa membaur masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Dilakukan modifikasi dari produk kefir yang memiliki rasa asam, diberikan beragam variasi rasa juga diberikan jeli supaya dapat digemari masyarakat beragam kalangan yang memang setelah diamati memiliki ketertarikan tinggi terhadap minuman dengan beragam variasi rasa dan toping.

Memang apabila diamati, hal yang dilakukan oleh kelompok tersebut dalam melaksanakan program PjBL (Project Base Learning) mengaplikasikan beragam ilmu yang dipelajarinya di sekolah, yaitu pelajaran Biologi, PKWU (Prakarya dan Kewirausahaan), Kimia, juga Bahasa Indonesia dalam pengerjaannya.

Adapun hal tersebut dikarenakan pengertian dari program PjBL (Project Base Learning) sendiri yaitu sebuah model pendekatan pengajaran yang dilakukan dengan pemberian projek/tugas nyata bagi siswa untuk dipecahkan. Sekolah mengharapkan dengan diadakannya program ini dapat melatih siswanya lebih terampil dalam mengatasi tantangan dan memecahkan masalah projek dengan baik secara berkelompok.

Selanjutnya saya akan memaparkan mengenai hal apa saja yang didapatkan dari  program PjBL pada bidang kewirausahaan, juga mengenai hal apa saja yang harus diperhatikan dalam menentukan atau memulai kewirausahaan, dengan mengambil contoh dari yang dilakukan oleh kelompok PjBL dengan tema kefir ini.

  1. PJBL Memupuk Nilai Kewirausahaan

Program PjBL secara disadari atau tidak disadari, telah memupuk karakter kewirausahaan pada siswanya yang memilih tema ‘Pengolahan Makanan dengan Memanfaatkan Mikroorganisme Sebagai dasar Penerapan Bioteknologi Konvensional’. Tuntutan pada siswa untuk membuat suatu modifikasi kreatif dari fermentasi penerapan bioteknologi konvensional yang dipilih, membuat siswa harus menentukan target pasar yang diinginkan, mengamati minat dari target pasar tersebut, lalu berinovasi membuat olahan fermentasi yang dipilih bisa masuk kedalam kategori hal yang diminati oleh target pasar yang telah ditentukan tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa program PjBL memupuk nilai kewirausahaan pada kelompok yang memilih tema tersebut.

  1. Melihat Peluang usaha dengan Target Pasar

Salah satu pengaplikasian ilmu pelajaran PKWU yang nampak adalah aktivitas penentuan target pasar berdasarkan produk yang dibuatnya. Atau bisa pula sebaliknya, yaitu menentukan atau menemukan modifikasi yang harus dilakukan kepada produk untuk bisa menarik perhatian target pasar yang diinginkan. Dikarenakan dengan menentukan target pasar, kita dapat menemukan pula peluang pasar yang bisa kita ambil. 

Semisal, dengan kesadaran masyarakat yang meningkat atas kepentingan menjaga kesehatan dan mengonsumsi makanan juga minuman sehat bisa dijadikan peluang usaha untuk memulai suatu usaha yang menghasilkan produk makanan dan minuman yang berkhasiat bagi kesehatan. Peluang usaha tersebutlah yang ditemukan oleh kelompok PjBL ini dalam menentukan produk dan modifikasi yang dilakukan. Selain itu, dengan masih sedikitnya usaha kefir yang sudah ada, persaingan pasar yang ada tidak begitu ketat.

  1. Kefir Sebagai Peluang Bisnis 

Dalam partisipasi kelompok ini dalam program PjBL, mereka menganggap kurang dikenalnya kefir oleh masyarakat awam bisa dijadikan peluang untuk membuka bisnis, karena masih sedikitnya saingan dalam berjualan kefir. Dengan modifikasi produk kefir yang sesuai target pasar, olahan kefir dirasa dapat menjadi potensi bisnis yang bisa digeluti. Hal tersebut juga dikarenakan mengetahui manfaat kefir yang sebenarya lebih banyak bila dibandingkan dengan olahan susu yoghurt yang sudah lebih dikenal dan sudah membaur dengan kehidupan masyarakat.

Pun seperti yang disebutkan sebelumnya, dengan saingan pasar yang sedikit, juga kesadaran masyarakat atas pentingnya makanan dan minuman sehat merupakan peluang bisnis yang kelompok ini temukan dalam memutuskan produk kefir sebagai tema khusus dalam program PjBL ini.

  1. Beragam Manfaat Kefir Sebagai Peluang

Dikutip dari Journal of Dairy Science bahwa minuman fermentasi telah terbukti membunuh tumor dan kanker yang diuji pada tikus, kandungan dalam kefir juga disebutkan dapat menambah kekebalan pada tikus tersebut. Selain itu dikatakan bahwa kefir dapat menghentikan pertumbuhan kanker pada payudara. Sehingga kefir dapat berperan mencegah dan melawan kanker dan menambah kekebalan tubuh.

Selain itu kefir memiliki banyak manfaat lainnya seperti membantu detoksifikasi racun, menambah kekuatan tulang, mencegah alergi dan asma, meredakan penyakit intoleransi laktosa, dan masih banyak manfaat lainnya. Tentunya dengan manfaat yang telah disebutkan sangatlah menggambarkan kefir sebagai minuman berkhasiat yang sesuai dengan peluang bisnis yang ditemukan tadi mengenai target pasar yang semakin sadar akan kepentingan makanan dan minuman sehat.

Manfaat olahan kefir yang lebih banyak bila dibandingkan dengan yoghurt dipengaruhi oleh proses fermentasinya, dimana selain dari menggunakan bakteri, kefir melainkan menggunakan kefir grain yaitu kumpulan dari beberapa bakteri dan jamur yang kemudian memproses susu menjadi kefir. Kefir grain tersebut tersusun atas bakteri L. kefir, L. kefirgranum, Leuconostocs spp., Lactococcus spp., dan Lactobacillus ssp. serta jamur seperti S. kefir, C. kefir, dan Torula spp.

  1. Modifikasi Produk Kefir

Tetapi dengan fakta bahwa kefir memiliki sangat banyak khasiat tidak cukup untuk membuatnya menarik dan diminati semua kalangan layaknya yoghurt. Harus dilakukan modifikasi pada produk kefir untuk bisa menarik dan diminati oleh banyak kalangan. Adapun modifikasi yang dilakukan oleh kelompok ini adalah modifikasi variasi rasa, sehingga memunculkan banyak pilihan rasa yang bisa konsumen pilih sesuai dengan minat. Juga pemberian topping berupa jeli supaya menambah tekstur saat mengonsumsi minuman, dan membuat minuman menjadi lebih nikmat dan menarik.

Dengan adanya modifikasi tersebut produk kefir menjadi diminati oleh kalangan muda pula, tak hanya kalangan yang sadar atas kesehatan semata. Dengan adanya modifikasi produk, membuat produk yang tadinya hanya diminati suatu kalangan tertentu saja, menjadi bisa diterima pula oleh lebih banyak kalangan, karena variasi olahan produk yang lebih terbuka lebar bagi banyak kalangan.

Sehingga dapat ditarik garis besar bahwa program PjBL yang diadakan sekolah telah berhasil memperdalam pengetahuan siswa pada materi materi pembelajaran yang terkandung pada tema PjBL yang dipilih. Yang dalam hal yang terjadi dalam kelompok ini, hal yang paling menonjol adalah memupuk jiwa kewirausahaan pada siswa. Dimana siswa pada kelompok dengan tema khusus kefir ini secara disadari atau tidak, telah mengaplikasikan banyak jiwa kewirausahaan. 

Adapun pengaplikasian pembelajaran yang dilakukan di sekolah, seperti yang telah dilakukan dengan adanya program PjBL ini merupakan metode pembelajaran yang lebih efisien dalam menanam atau memupuk suatu perilaku atau sifat pada diri siswa. Contohnya adalah pembelajaran PKWU yang memang bertujuan menanamkan atau memupuk jiwa kewirausahaan, metode project based dalam program PjBL sangatlah sesuai untuk menanap perilaku tersebut. Bila dibandingkan dengan pembelajaran secara teori yang hanya sebatas dipahami oleh siswa  tetapi tidak bisa mengakar pada sikap atau perilaku siswa sehari hari.

Dengan program PjBL ini siswa dari kelompok bertema khusus kefir tersebut menjadi dapat mengaplikasikan ilmu yang selama ini diketahui dengan mendalam secara teori kepada kehidupan nyata, dimana dalam memutuskan produk, target pasar dan modifikasi produk, siswa harus kreatif menganalisis dan menemukan peluang bisnis yang ada di sekitar.

Dengan adanya program PjBL, membuat siswa lebih memahami hal yang harus diperhatikan dalam berwirausaha dan melatih diri untuk bisa berkolaborasi dengan kelompok dalam memecahkan suatu permasalahan. Sehingga diharapkan program ini terus berjalan demi mematangkan siswa dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat di masa yang akan datang. Yang bila terus berlangsung, diyakini akan meningkatkan jiwa bisnis pada siswa dan meningkatkan kualitas bibit kewirausahaan di masa yang akan datang.


Komentar

  1. Sangat keren lanjutkan karyamu 👍

    BalasHapus
  2. Artikel ini sangat bermanfaat, informasi juga dipaparkan dengan bahasa yang mudah untuk dipahami.

    BalasHapus
  3. Bahasa yang digunakan pada artikel ini mudah dipahami. Judulnya sangat menarik dan isi dari artikel ini pun sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. kerenn kak, penyampaiannya kece

    BalasHapus
  5. Strukturnya rapih dan kebahasaannya lengkap! Keren

    BalasHapus
  6. Keren banget, artikelnya menarik👍🏻

    BalasHapus

Posting Komentar