Ilmu Beradaptasi dengan Pandemi

Sebagaimana manusia adalah makhluk yang ahli dalam beradaptasi, keadaan dimana pandemi corona merebak di seluruh dunia, menjadi suatu tantangan baru bagi manusia menunjukkan keahlian adaptasinya itu.Dengan sigap manusia melakukan banyak hal dalam beradaptasi dengan keadaan pandemi corona, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun pendidikan. 

Sering dikatakan kalau pendidikan merupakan tonggak suatu negara, dimana pada saat insiden pengeboman di Hiroshima-Nagasaki di Jepang pun langkah pertama yang mereka ambil adalah mengumpulkan guru-guru demi anak-anak penerus bangsa tetap bisa menimba ilmu walau sedang dalam kondisi seperti itu, dan  hasilnya? Jepang dengan cepat bangkit, dan sekarang menjadi salah satu negara maju di dunia.

Maka dari itu pula langkah yang Indonesia ambil dalam menghadapi situasi ini, metode dalam pemberian ilmu, metode siswa dalam menimba ilmu pun harus beradaptasi dengan situasi pandemi. Sehingga muncullah metode pembelajaran PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas, sebagai usaha supaya pelajar tetap dapat menimba ilmu se-efektif mungkin pada situasi pandemi corona seperti ini. Yang artinya kedua metode tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan peraturan protokol kesehatan.

Dikarenakan kedua metode pembelajaran tersebut merupakan metode pengajaran yang diadaptasikan dengan situasi pandemi, maka wajar bila metode tidak bisa se-efektif bagaimana pengajaran bisa berlangsung sebelum adanya pandemi corona. Metode pembelajaran sebelum adanya pandemi pun ada saja kekurangan dan kelebihan nya, apalagi dengan metode pembelajaran yang diadaptasikan dengan situasi pandemi ini. Karena manusia yang mencanangkan metode tersebut pun manusia, yang pasti tak luput dari kesalahan.

1.    Metode PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)

Pada masa awal pandemi, metode pembelajaran yang digunakan adalah PJJ. Dikarenakan situasi pandemi yang masih belum terkendali dan tingginya tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap kontak antar individu/kerumunan maka proses pembelajaran PJJ menjadi solusi. Karena tidak dibutuhkan kontak langsung saat pembelajaran berlangsung. Siswa mengakses pembelajaran dari rumah masing-masing menggunakan media gawai/laptop dengan internet atau biasa disebut pembelajaran daring. 

Metode pembelajaran yang berlangsung dengan siswa menonton pengajaran guru melalui zoom/google meet/lainnya, didampingi dengan pemberian sumber belajar dan tugas di lms/google classcroom. Dikarenakan tidak terpantaunya secara langsung aktivitas siswa saat pembelajaran, maka metode PJJ memberikan kesempatan bagi siswa untuk melatih diri lebih mandiri, bertanggung jawab dan dapat mengatur waktu mereka dengan baik.

Akan tetapi, dikarenakan situasi lingkungan yang berbeda juga tingkat konsentrasi yang berbeda, siswa tidak dapat menyerap pembelajaran secara daring dengan efektif. Dan sering terjadinya kesalahpahaman/kesalahan teknis selama pembelajaran daring karena berbagai faktor seperti internet, tertinggal informasi, dan lainnya. Selain itu, siswa tidak mengenal teman sekelasnya dikarenakan hanya mengenal secara maya tetapi tidak ada kontak langsung yang terjadi dengan teman tersebut.

2.     Metode PTM (Pembelajaran Tatap Muka) Terbatas

Setelah keadaan pandemi mulai terkendali dan tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap pandemi menurun, muncullah metode PTM terbatas yang dilaksanakan dengan pembelajaran tatap muka tetapi kuota siswa per kelas yang lebih sedikit, dan sistem pengajaran yang di sesi.

Sistem dari PTM terbatas adalah seperti pembelajaran di sekolah sebelum merebaknya pandemi, akan tetapi dengan jumlah siswa di kelas setengah dari sebelumnya dan waktu pengajaran yang lebih singkat karena pembelajaran dibagi menjadi sesi pagi dan sesi siang. Akan tetapi masih diberikannya tugas secara daring dikarenakan pertemuan pembelajaran yang sama terjadi dalam 2 minggu sekali. dan masih adanya pembelajaran dengan zoom atas beberapa pelajaran seperti seni, agama, kewarganegaraan, dan lainnya.

Dikarenakan dilakukan dengan tatap muka maka situasi pembelajaran lebih efektif dan tingkat konsentrasi siswa saat pembelajaran lebih tinggi, sehingga siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran. Selain itu, situasi pertemuan siswa dengan siswa lain yang sekelas menciptakan kesempatan bersosialisasi antar siswa. Maka siswa menjadi lebih mudah dalam menjalani proses pembelajaran dengan adanya teman belajar.

Sayangnya, dikarenakan terjadi kontak antara siswa dengan siswa/guru, muncul resiko atas penyakit corona, dimana corona bisa menyebar dari suatu individu pada individu lain dengan adanya kontak langsung. Tetapi karena PTM terbatas tersebut dilaksanakan dengan menjaga peraturan protokol kesehatan maka resiko tersebut bisa jadi bukan merupakan resiko akan tetapi hanya sebuah peringatan bagi siswa untuk tidak terlalu bebas saat menjalani pembelajaran PTM dan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa keunggulan dan kelemahan dari kedua metode pembelajaran tersebut saling bertolak belakang. Dimana metode pembelajaran PJJ lebih aman dibandingkan PTM terbatas dengan tidak adanya kontak langsung dalam pelaksanaan nya, sedangkan PTM terbatas terjadi kontak antar individu dengan walau memang didampingi oleh penegakan protokol kesehatan yang tegas. Tetapi bila dilihat dari segi pemahaman, siswa lebih dapat memahami pembelajaran dengan mudah dalam pelaksanaan metode PTM terbatas sedangkan dengan metode PJJ siswa kesulitan dalam memahami pembelajaran dan sering terjadi kesalahan teknis.

Sebagai usaha yang bisa dilakukan untuk lebih mengefektifkan metode pembelajaran, maka sebaiknya pihak sekolah memperbarui layanan aplikasi pembelajaran lms nya, yaitu penambahan notifikasi atas suatu pemberitahuan tertentu. Dikarenakan notifikasi yang muncul saat memberitahukan ada slot tugas biasanya baru muncul beberapa jam setelahnya, tidak persis saat slot terbuat. Pun untuk mengingatkan siswa akan dimulainya pembelajaran, waktu untuk absen, juga waktu penting lainnya. Guna meminimalisir siswa tertinggal informasi atas tugas sekolah/pembelajaran/info penting lainnya. 

Sebagaimana sudah terdapat 2 metode hasil dari adaptasi metode pemberian ilmu pada pelajar di masa pandemi corona, tak menutup kemungkinan manusia akan menciptakan metode baru lain nya yang lebih efektif lagi dari metode yang ada saat ini. Dimana instansi pendidikan terus berjuang untuk memberi ilmu pada penerus bangsa di situasi merebaknya pandemi corona ini dengan beradaptasi, pun pelajar yang menghadapi situasi ini diharapkan tetap semangat menimba ilmu dan terus membangun diri menjadi harapan masa depan negeri.

Komentar

  1. Teks esai sudah berisi pandangan pribadi penulis mengenai suatu objek atau fenomena. Selain itu penulis juga sangat jeli dalam menemukan aspek-aspek menarik dari sebuah objek atau fenomena yang dibahas, argumen yang dicantumkan pada teks esai ini juga sudah logis, sehingga menurut saya dapat diterima oleh pembaca. Gaya bahasa yang digunakan juga mengalir, namun tetap sesuai dengan struktur, hal ini membuat teks esai semakin menarik untuk dibaca

    BalasHapus
  2. Keren! Strukturnya rapih dan sesuai

    BalasHapus
  3. Teks esai yang dibuat sudah sesuai dengan struktur, isinya menarik dan mudah di pahami, saya sebagai pembaca pun dapat mengerti apa yang ingin disampaikan oleh penulis

    BalasHapus
  4. Struktur dan kaidah kebahasaan yg termuat dalam teks esai ini sudah sangat baik. Keren nurfira💪🏻

    BalasHapus
  5. teks esai yang ditulis sangat bagus, penulis sangat pintar dalam pembuatan kalimat dan menghubungkannya. meski demikian, bahasa yang digunakan sangat baik sehingga mudah dibaca

    BalasHapus

Posting Komentar